MPASI Pertama: Cara Membuatnya yang Benar dan Aman

Gizi Anak · 12 Juni 2026 · Oleh Tim Dokter TSC · 8 menit baca

Momen menyuapi Si Kecil makanan pertamanya adalah salah satu kenangan yang paling dinanti banyak orang tua. Namun di balik kebahagiaan itu, sering muncul juga rasa cemas: bagaimana cara membuat MPASI pertama yang benar, apakah teksturnya sudah tepat, dan amankah cara menyimpannya? Kekhawatiran ini sangat wajar, terutama bagi Moms & Dads yang baru pertama kali menjalani fase ini.

Artikel ini akan memandu Moms & Dads langkah demi langkah cara membuat MPASI pertama yang benar dan aman, mulai dari peralatan dan sterilisasi, cara membuat puree dan bubur, hingga cara menyimpannya dengan tepat di kulkas dan freezer.

Peralatan yang Dibutuhkan untuk MPASI Pertama

Sebelum mulai, siapkan peralatan dasar yang akan memudahkan proses memasak dan menjaga kebersihan. Tidak perlu semuanya mahal, yang penting bersih dan aman untuk bayi:

  • Panci kecil dan kukusan untuk merebus atau mengukus bahan agar nutrisinya lebih terjaga.
  • Blender, food processor, atau saringan kawat untuk menghaluskan makanan menjadi puree yang lembut.
  • Talenan dan pisau khusus yang terpisah dari bahan mentah lain untuk mencegah kontaminasi.
  • Mangkuk dan sendok bayi berbahan aman, dengan ujung sendok yang lembut.
  • Wadah penyimpanan kecil atau cetakan es dengan penutup untuk menyimpan stok MPASI.

Cara Sterilisasi Peralatan yang Benar

Sistem pencernaan bayi di awal MPASI masih sangat sensitif, sehingga kebersihan peralatan menjadi kunci utama. Berikut cara sterilisasi yang bisa dilakukan:

  1. Cuci bersih semua peralatan dengan sabun dan air mengalir sebelum digunakan.
  2. Rebus dalam air mendidih selama 5 sampai 10 menit untuk peralatan tahan panas seperti sendok dan mangkuk stainless.
  3. Gunakan alat sterilizer jika tersedia, sesuai petunjuk pemakaian, terutama untuk botol dan peralatan plastik food grade.
  4. Keringkan di tempat bersih dengan lap khusus atau biarkan kering sendiri di rak yang tertutup dari debu.

Selalu cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan MPASI. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif mencegah Si Kecil terpapar kuman penyebab diare.

Langkah Membuat Puree, Tim, dan Bubur Pertama

Di awal MPASI, tekstur yang dianjurkan adalah halus dan lembut, lalu ditingkatkan secara bertahap. Berikut langkah dasarnya:

  1. Pilih bahan segar dan berkualitas. Untuk awal MPASI, bisa dimulai dengan karbohidrat seperti beras atau kentang, protein hewani seperti ayam dan ikan, serta sayur dan buah.
  2. Kukus atau rebus hingga empuk. Mengukus lebih dianjurkan karena membantu mempertahankan kandungan gizi bahan makanan.
  3. Haluskan hingga lembut. Blender atau saring bahan yang sudah matang, tambahkan sedikit air matang, ASI, atau kaldu hingga teksturnya pas, tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental.
  4. Sajikan dalam suhu hangat. Pastikan suhunya nyaman dengan mencicipi sedikit di punggung tangan sebelum disuapkan ke Si Kecil.
  5. Tambahkan lemak sehat. Sedikit minyak, santan, atau unsalted butter membantu menambah kepadatan energi MPASI yang penting untuk tumbuh kembang.

Berikan MPASI dalam porsi kecil terlebih dahulu, lalu tingkatkan perlahan sesuai respons dan nafsu makan Si Kecil. Yang terpenting di fase awal adalah mengenalkan rasa dan tekstur, bukan menghabiskan porsi besar.

Cara Menyimpan MPASI dengan Aman di Kulkas dan Freezer

Menyiapkan stok MPASI sangat membantu menghemat waktu, asalkan disimpan dengan benar agar tetap aman dan bergizi:

  • Di kulkas (chiller): MPASI matang bisa disimpan hingga 24 jam dalam wadah tertutup rapat. Pastikan suhu kulkas stabil di bawah 4 derajat Celsius.
  • Di freezer: MPASI bisa bertahan sampai 1 bulan jika dibekukan segera setelah dingin. Gunakan cetakan es atau wadah kecil agar mudah dibagi per porsi.
  • Beri label tanggal pada setiap wadah agar Moms & Dads tahu kapan MPASI dibuat dan tidak menyimpan terlalu lama.
  • Cara menghangatkan: cairkan MPASI beku di kulkas terlebih dahulu, lalu hangatkan hingga benar-benar panas merata, dan dinginkan sampai suhu hangat sebelum disajikan.
  • Jangan membekukan ulang MPASI yang sudah dicairkan atau dihangatkan, dan buang sisa MPASI yang sudah disuapkan ke Si Kecil.

Kapan Harus ke Dokter?

Selama masa MPASI, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak bila Si Kecil menunjukkan kondisi berikut:

  • Muncul reaksi alergi setelah makan, seperti ruam, bengkak, muntah, atau diare yang berulang.
  • Menolak makan terus-menerus hingga berat badannya tidak naik atau justru turun.
  • Sering tersedak atau kesulitan menelan saat diberi MPASI.
  • Mengalami diare atau sembelit berkepanjangan sejak memulai MPASI.
  • Belum menunjukkan tanda siap MPASI padahal usianya sudah lebih dari 6 bulan.

Kesimpulan

Cara membuat MPASI pertama yang benar sebenarnya tidak rumit, asalkan Moms & Dads memperhatikan kebersihan peralatan, memilih bahan segar, mengukus untuk menjaga gizi, dan menyimpannya dengan aman. Fase ini adalah awal perjalanan Si Kecil mengenal makanan, jadi nikmati prosesnya tanpa terlalu menuntut porsi besar di hari-hari pertama.

Jika Moms & Dads ingin memastikan menu MPASI Si Kecil sudah tepat dan seimbang, tim dokter spesialis anak Tiny Steps Clinic Bekasi siap membantu. Hubungi kami via WhatsApp di 0881-0249-56133.

FAQ Cara Membuat MPASI Pertama

Apakah MPASI pertama boleh diberi garam dan gula?

Sebaiknya tidak. IDAI menyarankan menghindari tambahan gula dan garam pada MPASI bayi di bawah 1 tahun. Biarkan Si Kecil mengenal rasa alami bahan makanan terlebih dahulu. Untuk menambah energi, gunakan lemak sehat seperti sedikit minyak, santan, atau unsalted butter.

Berapa lama MPASI buatan sendiri bisa disimpan?

MPASI matang bertahan hingga 24 jam di kulkas dan hingga 1 bulan di freezer dalam wadah tertutup rapat. Beri label tanggal pada setiap wadah, dan jangan membekukan ulang MPASI yang sudah dicairkan atau dihangatkan.

Lebih baik MPASI dikukus atau direbus?

Mengukus umumnya lebih dianjurkan karena membantu mempertahankan lebih banyak kandungan gizi dibanding merebus, di mana sebagian nutrisi bisa larut ke air. Jika merebus, Moms bisa memanfaatkan air rebusan sebagai kaldu untuk mengencerkan puree.

Bagaimana cara mengenalkan tekstur agar Si Kecil tidak tersedak?

Mulai dari tekstur halus seperti puree, lalu tingkatkan bertahap ke tekstur yang lebih kasar seiring usia dan kemampuan Si Kecil. Selalu dampingi saat makan, sajikan dalam posisi duduk tegak, dan hindari memberi potongan yang terlalu besar atau keras.

Referensi

  • IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Pemberian Makan Bayi dan Anak (MPASI). idai.or.id.
  • WHO. Complementary Feeding. who.int, 2023.
  • Kemenkes RI. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak. kemkes.go.id.
  • AAP (American Academy of Pediatrics). Starting Solid Foods. healthychildren.org, 2024.